4 Korporasi yang Disebut Bakal Beli Bitcoin, Siapa Saja?
icon search
icon search

Top Performers

4 Korporasi yang Disebut Bakal Borong Bitcoin, Siapa Lagi?

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

4 Korporasi yang Disebut Bakal Borong Bitcoin, Siapa Lagi?

IMG Article Indodax 18 Februari 2

Daftar Isi

Banyak perusahaan atau korporasi dari Amerika Serikat yang tercatat sudah membeli Bitcoin sebagai aset. Bahkan, ada 4 korporasi lagi yang disebut bakal borong Bitcoin. Siapa sajakah mereka? Pembelian korporasi secara besar-besaran tersebut menyebabkan kenaikan harga yang signifikan. Wajar saja, karena mereka membeli dengan triliunan rupiah atau jutaan dollar. 

Sejauh ini, sudah ada beberapa korporasi di Amerika Serikat yang mengumumkan telah membeli Bitcoin atau menyediakan fitur Bitcoin sebagai pembayaran. Mereka diantaranya adalah Microstrategy Inc, Tudor Investment Corp, Square Inc dan beberapa perusahaan lainnya. 

Terakhir ada Tesla Inc.  Perusahaan mobil listrik milik Elon Musk tersebut adalah perusahaan di luar korporasi keuangan (non-financial) pertama yang membeli Bitcoin. Mereka semua membeli Bitcoin dengan nilai jutaan dollar atau triliunan Rupiah. 

Mengapa Korporasi Membeli Bitcoin? 

Mereka membeli Bitcoin dan menjadikannya sebagai aset. Mengapa mereka melakukan hal tersebut? 

Karena Bitcoin dinilai sebagai aset safe haven di masa pandemi atau aset yang mengalami kenaikan harga saat aset lain turun. Selain itu, Bitcoin juga dinilai sebagai nilai lindung inflasi yang baik. Artinya, kenaikan Bitcoin lebih tinggi dibandingkan inflasi yang terjadi secara tahunan. Bahkan, tahun lalu, Bitcoin sudah mencatat kenaikan tahunan mencapai 400%. 

Kenapa Bitcoin Bisa Naik Setelah Dibeli Korporasi dari Amerika Serikat?

Salah satu faktor yang membuat harga Bitcoin meningkat adalah supply dan demand. Karena prinsip supply dan demand. Sifat ini bertolak belakang dengan aset yang diatur oleh suatu lembaga otoritas yang berkuasa. Jadi, Bitcoin hanya diatur oleh pasokan dan permintaan karena mengadopsi teknologi blockchain. 

Lalu, jika pembelian Bitcoin terjadi secara masif, maka harga Bitcoin akan naik. Seperti apa yang dilakukan oleh perusahaan atau korporasi dari Amerika tersebut. Mereka membeli banyak Bitcoin yang berpengaruh terhadap harga Bitcoin. 

Begini analoginya. Jika diibaratkan, suatu barang atau benda diminati banyak orang atau ramai pembelinya, maka harganya akan meningkat. Harganya juga akan lebih meningkat lagi, kalau pasokannya terbatas. Inilah yang terjadi kepada Bitcoin sekarang. Permintaan yang terjadi secara masif juga berbarengan dengan pembatasan supply Bitcoin semenjak halving day dari 2020 lalu.

Pembelian Bitcoin oleh beberapa korporasi di Amerika Serikat berbarengan dengan pembatasan pasokan Bitcoin dari tingkat penambangannya.

Korporasi Mana Lagi yang Akan Membeli Bitcoin?

Selain korporasi Amerika Serikat di atas, ada banyak lagi perusahaan yang berniat untuk membeli Bitcoin. Umumnya, mereka adalah perusahaan yang juga berasal dari Amerika Serikat.

Berikut 4 korporasi dari Amerika Serikat yang disebut-sebut bakal membeli Bitcoin. Siapa saja mereka? 

  • SpaceX

Tesla Inc telah menyatakan membeli Bitcoin senilai Rp21 triliun pada Februari 2021. Ini menyusul pernyataan pemiliknya atau CEO Tesla Elon Musk di Twitter. Kemudian,  banyak media yang berspekulasi bahwa Elon Musk juga meminta SpaceX melakukan hal yang sama. Karena SpaceX juga milik Elon Musk.

SpaceX merupakan perusahaan yang memiliki lini bisnis tentang antariksa. Tentunya, orang-orang di perusahaan ini sangat ramah dengan teknologi baru seperti blockchain dan crypto. Sayangnya, informasi ini hanya spekulasi yang beredar di media. Karena, sejauh ini, belum ada pihak SpaceX yang menyebutkan akan membeli Bitcoin.  

  • Master Card

Salah satu perusahaan keuangan terbesar di dunia Master Card menyatakan akan menyediakan fitur transaksi Bitcoin dan altcoin. Ini sama yang seperti dilakukan oleh Paypal. 

Meskipun, tidak diketahui secara pasti, apakah Master Card juga akan membeli Bitcoin dan dikelola sebagai aset. Tetapi, penyediaan fitur pembayaran yang disediakan nantinya akan berpengaruh besar terhadap permintaan Bitcoin. 

Tidak hanya kepada permintaan, tetapi juga dengan ekosistem kripto yang semakin sering digunakan oleh orang-orang. Karena Master Card memiliki konsuemn di seluruh dunia, tentu hal ini juga berdampak di seluruh dunia. Namun, belum diketahui secara pasti kapan Mastercard akan menyediakan fitur pembayaran Bitcoin. Kita tunggu saja. 

  • Twitter

Twitter sedang mempertimbangkan untuk membeli Bitcoin. Petinggi Twitter telah mengeluarkan pernyataan, seperti yang dikutip dari CNBC, awal Februari 2021. 

Namun, media sosial ini lebih menekankan bahwa Bitcoin akan dibeli untuk membayar gaji karyawannya dan vendor-vendornya. Mengingat perusahaan ini merupakan perusahaan multinasional yang memiliki banyak karyawan dan vendor dari seluruh dunia. 

Bitcoin juga merupakan mata uang yang lebih simpel untuk pembayaran lintas negara. Dari pada harus menukarkan mata uang asing, lebih efisien jika hanya menggunakan Bitcoin.

Tercatat, sudah ada beberapa perusahaan telah melakukan pembayaran gaji karyawannya dengan Bitcoin. Hanya saja, hal ini masih menjadi pertimbanagn Twitter dan kemungkinan hanya sebatas ucapan di media saja. 

  • Apple

Meski belum seorangpun dari pihak Apple yang menyatakan akan membeli Bitcoin. Namun, beberapa analis telah menyebutkan perusahaan gadget ini akan menyediakan fitur pembayaran dengan Bitcoin. 

Mengutip cointelegraph, Analis dari Royal Bank of Canada Dominion Securities Paul Steves mengatakan, Apple akan mendapatkan banyak keuntungan dengan menggunakan fitur Bitcoin dan altcoin serta mengelolanya sebagai aset. 

Karena aset kripto bisa menjadi alat pembayaran yang cocok di fitur atau aplikasi yang disediakannya. Selain memproduksi gadget, perusahaan milik Steve Jobs ini juga memiliki sistem operasi sendiri.  

Namun, belum ada satu pihak pun dari Apple yang mengatakan soal apakah mereka benar-benar mempertimbangkan untuk membeli Bitcoin. Tetapi, setidaknya, perusahaan ini ramai diperbincangkan akan mengelola Bitcoin. 

Apa Bitcoin Hanya Milik Korporasi dan Orang Kaya Saja?

Sepertinya, perusahaan-perusahaan Amerika Serikat sedang berlomba-lomba untuk menguasai Bitcoin. Begitu juga dengan konglomerat atau orang individu yang ingin menguasai Bitcoin.

Karena saat ini, harga Bitcoin sudah mencapai ratusan juta dan bisa naik, sesuai dengan prediksi bisa senilai 1 miliar rupiah atau lebih. Lalu, apakah Bitcoin hanya bisa dimiliki oleh korporasi? Apakah Bitcoin hanya bisa dimiliki oleh orang kaya? Salah. Kamu juga bisa memiliki Bitcoin. 

Karena, meskipun 1 BTC seharga ratusan juta, atau bahkan berapapun nantinya, kamu tetap bisa memilikinya. Kamu juga tidak perlu khawatir kehabisan Bitcoin meskipun pasokan maksimalnya terbatas, hanya 21 juta BTC saja.

Karena 1 BTC bisa dibagi ke pecahan desimal 0,000000000001 atau bahkan lebih kecil. Jadi, setiap 1 BTC bisa dimiliki oleh ribuan bahkan jutaan orang.

Kamu bisa memiliki Bitcoin, bahkan dengan uang recehan sekalipun. Karena di Indodax, kamu bisa membeli Bitcoin mulai dari Rp10 ribu saja. Kamu bisa registrasi di sini untuk menjadi member Indodax. Lalu, bagaimana caranya agar kamu untung saat trading?

Kamu juga bisa menyaksikan artikel menarik lainnya di Indodax.Academy agar kamu cuan terus. Selain itu, kamu juga bisa menyaksikan video dan konten menarik lainnya di media sosial resmi Indodax. Semuanya bisa kamu dapatkan secara gratis. 

Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Indodax Market Signal 19 September 2022
19/09/2022
Indodax Market Signal 19 September 2022

Indodax market signal menghadirkan Compound (COMP) pada peringkat teratas aset kripto terindikasi bullish di minggu ini! Baca selengkapnya disini.

19/09/2022
Cloud Mining Terpercaya hingga Rekomendasi Platform-nya

Saat ini, mining menjadi salah satu cara investasi pilihan banyak orang sehingga rekomendasi cloud mining terpercaya penting untuk diketahui.

Prediksi Shiba Inu Tahun 2022 & Faktor yang Mempengaruhinya

Belum lama ini, Shiba Inu (SHIB) mengalami kenaikan karena rencananya akan digunakan sebagai alat pembayaran. Lantas, bagaimana prediksi Shiba Inu tahun ini?