Apakah Bitcoin Kembali ke Trend Bullish? Mari Kita Analisa
icon search
icon search

Top Performers

Apakah Bitcoin Dalam Trend Bullish? Mari Kita Analisis

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Apakah Bitcoin Dalam Trend Bullish? Mari Kita Analisis

Bitcoin Pecah Rekor Lagi 1200x675 1

Daftar Isi

Bitcoin sudah meningkat ke level Rp 800 juta setelah bangkit dari keterpurukan Rp 720 jutaan. Apakah trend bullish tetap akan terjadi pada tahun 2021 ini? 

Bitcoin mengalami downtrend pada pekan ke-3 di bulan April 2021. Setelah turun ke Rp 720 jutaan selama 6 hari dari harga tertingginya Rp 950 juta, Bitcoin terlihat sudah bangkit. Kondisi ini biasa dinamakan support. 

Lalu, apakah tren kenaikan harga ini akan berlanjut? Apakah Bitcoin akan mengalami tahun bullish seperti prediksi awal? Apakah Bitcoin akan mampu menembus kembali harga tertingginya Rp 950 juta?

Berita Merosotnya Bitcoin

Salah satu penyebab turunnya Bitcoin, kemungkinan, adalah soal kebijakan pemerintah Amerika Serikat. Ini berkaitan dengan kebijakan pajak dari negara tersebut. Karena AS merupakan negara ‘super power’ ini memberikan dampak kepada negara lain dan bahkan ke seluruh negara. 

Pemberitaan tersebut juga dapat mendorong aksi jual para investor secara besar-besaran. Mungkin, ini juga menyebabkan penurunan Bitcoin semakin dalam. 

Namun, masih banyak yang percaya, meski volume Bitcoin telah mencapai level terendahnya selama tahun ini. Tidak sedikit pula yang mengatakan bahwa penurunan ini adalah penurunan yang biasa saja. Buktinya, pada Rabu (28 April 2021), Bitcoin sudah kembali ke level Rp 800 jutaan. 

Altcoin Sempat Jatuh, Tapi Sudah Lebih Dulu Bangkit Sebelum Bitcoin

Penurunan Bitcoin pada pekan lalu juga membuat harga altcoin turun. Ini wajar dan sering terjadi. Karena biasanya bila Bitcoin turun cukup dalam, altcoin juga mengikuti. Misalnya seperti BNB, XRP dan lain-lain.  

Namun, jika Bitcoin turun selama 6 hari, altcoin hanya sekitar 3 hari saja. Bisa dilihat Uniswap misalnya sudah bangkit setelah 3 hari. Demikian juga Theta dan Tfuel. Bahkan, ada beberapa aset kripto yang tidak terdampak dengan penurunan Bitcoin. Misalnya Ethereum. Kripto ini hanya turun ke level Rp 33-35 jutaan. Bahkan sempat dua kali menyentuh  Rp 39,5 juta (all time high/ATH). 

Karena sejatinya altcoin diciptakan untuk melengkapi Bitcoin, sepertinya hal tersebut memang bisa kita lakukan saat trading. Saat Bitcoin turun, masih ada altcoin seperti ETH yang bisa kita harapkan kenaikannya.

Lalu, kenapa Bitcoin kembali meningkat ke level Rp800 juta setelah terpuruk? Semula, ada berita bahwa Elon Musk telah menjual Bitcoin dari aset Tesla, perusahaan miliknya. Namun, dia membantah hal tersebut lewat akun Twitter resminya. Menurutnya, dia tidak berkeinginan menjual aset Bitcoin yang dia miliki. Aksi tersebut membuat orang kembali membeli Bitcoin sehingga harganya kembali naik ke level Rp 800 juta. 

Memang, salah satu faktor kenaikan harga Bitcoin adalah demand atau permintaan. Semakin tinggi demand, maka semakin meningkat pula harganya. 

Bitcoin Mungkin akan Bullish 

Apakah Bitcoin tetap akan dalam trend bullish pada tahun ini? 

Ini bisa saja terjadi. Karena dari prediksi dan analisa awal, seperti yang disebutkan JP Morgan bahwa Bitcoin bisa menyentuh Rp1,3 miliar atau lebih. Karena tingginya permintaan Bitcoin. 

Selain itu, faktor pembatasan supply atau biasa dikenal dengan Halving Day pada 2020 lalu baru terasa pada tahun ini. Dimana hal ini terjadi 4 tahun sebelumnya, yaitu 2016 dan 2012. Bitcoin baru naik satu tahun setelahnya. Jadi, kemungkinan Bitcoin akan meningkat, dan penurunan yang sesekali terjadi seperti ini wajar saja terjadi.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Beli Bitcoin?

Posisi support seperti ini banyak dimanfaatkan oleh trader dan investor. Karena posisi ini, harga Bitcoin masih murah dan tren kenaikan harganya sudah terlihat. Jadi, kamu bisa membeli Bitcoin sekarang, mumpung harganya masih murah dan sudah terlihat kenaikan. Setelah itu, kamu bisa menjualnya saat harganya sudah tinggi.

Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Indodax Market Signal 19 September 2022
19/09/2022
Indodax Market Signal 19 September 2022

Indodax market signal menghadirkan Compound (COMP) pada peringkat teratas aset kripto terindikasi bullish di minggu ini! Baca selengkapnya disini.

19/09/2022
Cloud Mining Terpercaya hingga Rekomendasi Platform-nya

Saat ini, mining menjadi salah satu cara investasi pilihan banyak orang sehingga rekomendasi cloud mining terpercaya penting untuk diketahui.

Prediksi Shiba Inu Tahun 2022 & Faktor yang Mempengaruhinya

Belum lama ini, Shiba Inu (SHIB) mengalami kenaikan karena rencananya akan digunakan sebagai alat pembayaran. Lantas, bagaimana prediksi Shiba Inu tahun ini?