“Barang-barang Virtual” New Balance Gabung di Metaverse NFT
icon search
icon search

Top Performers

“Barang-barang Virtual” New Balance Gabung di Metaverse NFT

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

“Barang-barang Virtual” New Balance Gabung di Metaverse NFT

metaverse img article indodax 02

Daftar Isi

Magnet alias daya tarik dari promosi dan sensasi yang dihadirkan oleh metaverse NFT (non-fungible token), utamanya di lini bisnis mode atau fashion, berhasil menarik satu lagi pemain “besar” baru. Kali ini, ada nama merek populer bernama New Balance yang ikut terjun ke dalamnya.

Lantas, bagaimana hal ini terjadi?

Seperti diketahui, sebelumnya ada dua nama besar yang sudah terjun ke dunia metaverse, yakni Adidas dan Nike. Kini, produsen sepatu kets New Balance diketahui juga sedang bersiap untuk meluncurkan barang-barang virtual yang terkait dengan produknya.

Sebanyak tiga aplikasi merek dagang diajukan oleh perusahaan ini dengan Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat (USPTO), yang menggambarkan “barang virtual yang bisa diunduh” yang menghadirkan “alas kaki, pakaian, tas dan peralatan olahraga, serta aksesori untuk digunakan di dunia online.”

Ikuti Jejak Nike dan Adidas, New Balance Akan Datang ke Metaverse NFT

New Balance, sebuah merek sepatu dan pakaian olahraga Amerika Serikat (USA) yang didirikan pada tahun 1906 silam, tampak menunjukkan minat pada barang virtual. Hal itu terlihat dari pengajuan merek dagang baru-baru ini.

Perusahaan yang berbasis di Boston ini mengikuti jejak langkah Nike dan Adidas yang sebelumnya sudah lebih dahulu memasuki industri barang metaverse, non-fungible token alias NFT, dan teknologi blockchain.

Menurut pengacara merek dagang Josh Gerben dari Gerben Intellectual Property, dirinya mendapati pengajuan yang didaftarkan pada 13 Januari 2022 oleh korporasi besar tersebut.

“New Balance akan datang ke metaverse,” tulis Gerben di Twitter. “Perusahaan baru saja mengajukan 3 aplikasi merek dagang (pada 13 Januari) yang mengklaim niat untuk menjual sepatu virtual, pakaian, dan peralatan olahraga bermerek NEW BALANCE.”

Merek dagang tersebut menggambarkan segudang “barang virtual yang bisa diunduh” yang dapat dimanfaatkan di dunia maya. Mereka pun menerangkan cara pelayanan toko ritel bisa menampilkan “barang dagangan virtual” yang menampilkan lini produk produsen sepatu kets dan pakaian olahraga.

Di samping itu, merek dagang New Balance juga menggambarkan “layanan hiburan” yang menyediakan aksesori online untuk peserta virtual.

Terjun ke Metaverse NFT, New Balance Beberapa Langkah di Belakang Nike dan Adidas, hingga Puma

Dua pemain besar, yakni Nike dan Adidas, sudah beberapa langkah di depan saat datang ke dunia metaverse. Baru-baru ini, Adidas bekerja sama dengan The Sandbox, Coinbase, dan pencipta Bored Ape Yacht Club (BAYC).

Di sisi lain, Nike belum lama ini berkolaborasi dengan Roblox untuk mengajukan paten terkait metaverse. Bahkan, mereka juga mengakuisisi startup NFT RTFTK Studios untuk “memberikan koleksi generasi berikutnya.”

Menurut pengacara merek dagang Gerben, produsen sepatu kets dan pakaian olahraga Puma pun telah mengajukan merek dagang yang mirip dengan pengajuan New Balance baru-baru ini dengan USPTO.

Adidas Luncurkan Koleksi NFT setelah Gabung Metaverse

Dunia AR/VR dalam metaverse NFT yang digagas oleh Meta sukses menyedot sejumlah brand fashion untuk bergabung di dalamnya. Mengikuti jejak Nike yang kabarnya sudah mempersiapkan sejumlah merek dagang baru untuk produk virtualnya, Adidas selaku kompetitor pun langsung tancap gas.

Adidas diketahui merilis koleksi NFT pada Januari tahun lalu sebagai debut NFT-nya di metaverse. Produk ini adalah buah kolaborasi dengan Bored Ape Yacht Club, gmoney, dan PUNKS Comic.

Setiap NFT ini bakal dihargai 0,2 ETH, yakni sekitar $812 atau Rp11,1 juta. Menariknya lagi, sebanyak 30.000 NFT yang dijual itu juga langsung laku. Penjualan ini sukses menghasilkan $23 juta atau sekitar Rp330 miliar. 

Seakan tidak ingin kehilangan pasar di sini, sang kompetitor Adidas, yakni Nike, memang tampak sangat berambisi menyiapkan lahan mereka di Metaverse. Hal itu usai mereka mengakuisisi RTFKT (baca: artifact), sebuah produsen sepatu virtual yang menjual NFT—aset virtual diautentikasi menggunakan teknologi blockchain yang sama dengan cryptocurrency.

Meski kabar itu menyedot perhatian publik, tetapi Nike sendiri masih enggan berkomentar soal isi perjanjian itu. Sebagai informasi, RTFKT 

“Akuisisi ini merupakan langkah lain yang mempercepat transformasi digital Nike dan memungkinkan kami untuk melayani atlet dan pencipta di persimpangan olahraga, kreativitas, permainan, dan budaya,” ucap John Donahoe selaku CEO Nike, saat itu.

Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Indodax Market Signal 19 September 2022
19/09/2022
Indodax Market Signal 19 September 2022

Indodax market signal menghadirkan Compound (COMP) pada peringkat teratas aset kripto terindikasi bullish di minggu ini! Baca selengkapnya disini.

19/09/2022
Cloud Mining Terpercaya hingga Rekomendasi Platform-nya

Saat ini, mining menjadi salah satu cara investasi pilihan banyak orang sehingga rekomendasi cloud mining terpercaya penting untuk diketahui.

Prediksi Shiba Inu Tahun 2022 & Faktor yang Mempengaruhinya

Belum lama ini, Shiba Inu (SHIB) mengalami kenaikan karena rencananya akan digunakan sebagai alat pembayaran. Lantas, bagaimana prediksi Shiba Inu tahun ini?