Blockchain
icon search
icon search

Top Performers

Home / Kamus / judul_artikel

thumbnail tutorial eps.46 youtube 1920x1080 indodax

Blockchain terdiri atas dua kata, yakni “block” yang artinya kelompok, dan “chain” yang artinya rantai. Hal ini mencerminkan cara kerjanya yang memanfaatkan sumber daya komputer untuk menghubungkan blok-blok untuk mempermudah proses eksekusi dari transaksi.

Sekarang, kita masuk ke sejarah singkat blockchain! Dikutip dari buku berjudul Blockchain for Dummies yang ditulis oleh Manav Gupta, diuraikan bahwa pada awalnya, blockchain dibentuk dan dikembangkan untuk memenuhi suatu kebutuhan yang besar akan sebuah sistem yang bekerja lebih efektif, efisien, hemat biaya, lebih menjamin, dan terbukti lebih aman untuk melakukan tugas berupa merekap berbagai transaksi keuangan yang terjadi di masa mendatang.

Ide tentang penggunaan blockchain sendiri dibentuk pada tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh satu, di mana pada saat itu, terdapat dua penulis, yaitu Stuart Haber dan W. Scott Stornetta, yang menerbitkan sebuah jurnal yang berjudul Journal of Cryptography: How to Time Stamp a Digital Document.

Adapun tokoh di balik teknologi ini yang diciptakan bersama bitcoin dikenal menggunakan nama samaran sebagai Satoshi Nakamoto. Pada tahun dua ribu sembilan, Nakamoto, seorang tokoh misterius menginginkan sarana terdesentralisasi, permanen, dan dapat digunakan publik untuk merekam pembuatan dan distribusi setiap bitcoin. Berbeda dengan uang yang dihasilkan oleh sebuah bank sentral, yang masih berbentuk uang tradisional, keberadaan dari bitcoin ini sedikit berbeda, di mana bitcoin tak memiliki sebuah otoritas sentral, serta tidak memiliki pihak yang bekerja untuk mengontrolnya.

Meskipun Nakamoto merancang blockchain sebagai buku besar publik, tidak lama kemudian blockchain yang didukung izin yang dikendalikan oleh perusahaan atau grup tertentu muncul. Blockchain legal ini digagas oleh Nicholas Weaver, peneliti senior di The International Computer Science Institute.

Perusahaan tersebut juga menggunakannya untuk melakukan berbagai hal, seperti mengelola informasi farmasi, melacak pengiriman barang, dan melacak asal muasal makanan.

Selain itu, Catherine Tucker, seorang profesor di MIT Sloan School of Management, melihat potensi luar biasa dalam teknologi blockchain. Ia melihat ini paling berguna untuk mengelola mata uang digital dan melacak data kesehatan, serta asuransi.

Mengutip majalah Entrepreneur, sejauh ini orang telah menambang lebih dari delapan belas juta dari jumlah total dua puluh satu juta bitcoin yang ada, dan setiap transaksi di Bitcoin telah dicatat pada blockchain.

Tanpa bergantung sepenuhnya kepada otoritas pusat dalam hal pengawasan, memperoleh verifikasi, menyetujui permohonan transaksi, serta mengolah pemasukan uang, bitcoin justru lebih memilih melakukan itu semua menggunakan jaringan dengan koneksi peer to peer.

Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!