Jenis-Jenis Candlestick, Mana Paling yang Potensial?
icon search
icon search

Top Performers

Jenis-Jenis Candlestick, Mana Paling yang Potensial?

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Jenis-Jenis Candlestick, Mana Paling yang Potensial?

Stock Image Article NEWS New 1200x675 Image Article Indodax Academy 03

Daftar Isi

Pemahaman tentang jenis-jenis candlestick penting diketahui oleh kamu yang ingin terjun ke dunia trading.

Sebagaimana diketahui, saat ini trading sering ditemukan sebab menjadi salah satu pilihan investasi di kalangan anak muda.

Akan tetapi, sebelum masuk lebih jauh ke dunia investasi dan trading, kamu tentunya harus tahu terlebih dahulu apa itu pola candlestick dan jenis-jenisnya. Simak yuk ulasannya di bawah ini.

Apa Itu Candlestick?

Pada dasarnya, pola candlestick adalah sebuah cara atau metode untuk memantau potensi harga pada trading. Pola candlestick akan merefleksikan dampak sentimen investor terhadap harga.

Analisisnya dapat dilakukan untuk menentukan waktu yang tepat terkait waktu masuk dan keluar pada sebuah aktivitas trading.

Seperti disinggung tadi, metode ini wajib untuk dipahami oleh investor dan trader sebab candlestick menjadi salah satu strategi cerdas pada dunia investasi. 

Sejarah Candlestick

Dalam sejarahnya, pola candlestick ini ditemukan oleh seseorang asal Jepang bernama Munehisa Homma.  Pria yang berprofesi sebagai pedagang beras ini pada mulanya menciptakan pola candlestick pada ada ke-17. Tujuannya adalah untuk menghitung pergerakan harga beras.

Dengan gagasan itu, Homma pun sukses menyiasati pasar dengan kemampuan analisisnya. Lantas, seiring berjalannya waktu, candlestick pun berkembang sebagai jenis chart pada dunia trading yang cukup populer dan hingga kini banyak digunakan oleh para trader.

Candlestick temuan Homma pada 250 tahun lalu itu pada masa sekarang sangat berguna untuk menganalisis pergerakan harga pasar. Bukan hanya komoditi, grafik tersebut juga berlaku untuk pasar saham, futures, forex, dan aset kripto.

Berikut ini adalah jenis-jenis candlestick yang perlu kamu ketahui.

  1. Candlestick Single

Pola candlestick tanpa pasangan alias single ini terdiri dari satu ruas dan paling mudah untuk dilihat. Berikut ini yang termasuk di dalamnya.

Spinning top

Spinning Top punya ciri khas tersendiri, yakni terdapat dua shadow memanjang di bagian atas dan bawah dengan body yang kecil. Pada salah satu jenis-jenis candlestick ini, ketidakpastian antara buyer dan seller menjadi fokus utamanya.

Biasanya, grafik ini dinilai netral sebab pada periode tersebut terjadi kebuntuan. Meski demikian, penting diperhatikan kapan waktu Spinning Top itu akan muncul.

Terkait itu, jika spinning top muncul ketika uptrend maka artinya lebih banyak seller di pasar. Namun, sebaliknya, jika jumlah buyer lebih banyak maka hal itu direpresentasikan oleh Spinning Top ketika downtrend.

Catatan:

  • Sinyal: bullish/bearish bergantung pada posisi harga Open dan Close di candle.
  • Akurasi: Rendah-Moderat.

Marubozu

Pada pola candlestick yang secara harfiah berarti “si kepala botak” ini, kamu akan menemukan body candle yang tidak memiliki shadow, baik atas maupun bawah—hanya akan tampak layaknya kepala yang tidak berambut.

Adapun pola ini menunjukkan sinyal pergerakan kuat dari salah satu sisi (buyer atau seller) yang kemungkinan akan berlangsung hingga beberapa periode ke depan.

Penting diketahui, pada Marubozu Bullish, harga Close senantiasa lebih tinggi ketimbang Open dan candle sama sekali tidak punya sumbu. Sementara itu, pada Marubozu Bearish, harga Close akan selalu lebih rendah ketimbang Open dan tanpa sumbu.

Catatan:

  • Sinyal: Bullish/Bearish bergantung pada posisi harga Open dan Close di candle.
  • Akurasi: Tinggi.

Doji

Meski hampir mirip dengan pola Spinning Top, tetapi pola Doji ini punya karakteristik yang lebih kompleks. Candlestick ini pun memiliki body yang sangat tipis, bahkan hanya tampak selayaknya garis karena harga Open dan Close yang sama.

Hal itu terjadi karena di antara seller dan buyer tidak ada yang mampu memegang kendali. Ada empat tipe pada Doji, yakni Long Legged Doji, Dragonfly Doji, Gravestone Doji, dan Four Price Doji.

Akan tetapi, Doji secara umum adalah sinyal konsolidasi dan untuk mengetahui kepastian arah pergerakan harga berikutnya, perlu konfirmasi dari bar candlestick selanjutnya setelah doji.

Catatan:

  • Sinyal: Konsolidasi.
  • Akurasi: Moderat-Tinggi.

Hammer

Pola candlestick Hammer berbentuk seperti palu, sejalan dengan namanya. Memiliki lower shadow yang panjang dan body yang kecil, pola Hammer mengindikasikan kondisi reversal bullish (pembalikan harga dari menurun menjadi naik) ketika downtrend.

Penting diketahui, banyak indikasi lain yang perlu diperhatikan sebelum kamu secara gegabah mengambil aksi order buy ketika melihat candlestick Hammer, di antaranya:

  • Perhatikan panjang lower shadow, apakah 2—3 kali ukuran body candle yang asli?
  • Perhatikan panjang upper shadow. Untuk memenuhi syarat pola Hammer, upper shadow mesti sangat kecil atau bahkan tidak ada sama sekali.

Catatan:

  • Sinyal: Bullish.
  • Akurasi: Moderat.

Hanging man

Sekilas hampir mirip dengan jenis-jenis candlestick Hammer, tetapi posisi pola hanging man ini sebenarnya tidak sama dengan Hammer. Hanging man sendiri berbentuk seperti orang yang digantung dan terdapat pada bagian atas sebuah chart.

Candlestick yang satu ini menunjukkan suatu pembalikan harga bullish menjadi bearish, tetapi akurasinya rendah. Setelah melihat pola candlestick ini, kamu jangan sampai terburu-buru dalam mengambil sikap.

Lantas, tunggulah terlebih dahulu Close pada candle berikutnya. Kalau harga Close di candle selanjutnya memang lebih rendah lagi maka bisa mengkonfirmasi kecenderungan reversal bearish.

Catatan:

  • Sinyal: Bearish.
  • Akurasi: Rendah

Inverted hammer

Inverted Hammer adalah pola “palu terbalik” yang biasanya menunjukkan sinyal Bullish. Pasalnya, sekalipun harga jatuh, buyer masih sukses menutup sesi dekat dengan harga Open. Akan tetapi, akurasinya rendah lantaran agak kontradiktif.

Salah satu dari jenis-jenis candlestick ini punya upper shadow lebih panjang ketimbang body, yang secara intuitif mestinya menginformasikan tekanan seller, tetapi di sini justru mensinyalkan harga akan naik

Catatan:

  • Sinyal: Bullish.
  • Akurasi: Rendah.

Shooting star

Sebagaimana namanya, penampakan pola Shooting star memang mirip dengan bintang jatuh. Pola ini punya upper shadow yang panjang, dengan body berisi yang menghadap ke bawah. 

Lazimnya, Shooting star sebagai salah satu jenis-jenis candlestick ini menunjukkan pembalikan harga menjadi menurun.

Catatan:

  • Sinyal: Bearish.
  • Akurasi: Moderat.
  1. Candlestick Double

Beranjak dari tipe candlestick single, selanjutnya ada  pola candlestick double. Berikut ini jenis-jenis candlestick double.

Bullish engulfing

Pola candlestick Bullish engulfing ini memberikan sinyal akan terjadinya uptrend, yaitu saat ada candle bearish yang diikuti oleh candle bullish yang lebih besar. Hal itu terjadi karena para bull (buyer) lebih kuat ketimbang bear (seller).

Catatan:

  • Sinyal: Bullish.
  • Akurasi: Moderat.

Bearish engulfing

Dilihat dari namanya, Bearish engulfing sebagai salah satu jenis-jenis candlestick tentu saja punya sifat yang berlawanan dengan candlestick sebelumnya. Bearish Engulfing sendiri mengindikasikan terjadinya downtrend. 

Hal lain yang perlu diperhatikan, yaitu candle bearish yang lebih besar akan mengikuti candle bullish yang lebih kecil. Pasalnya, para seller sanggup menahan laju buyer.

Catatan:

  • Sinyal: Bearish.
  • Akurasi: Moderat.

Harami

Harami, dalam istilah Jepang, berarti “kehamilan”. Penyebutan atas salah satu jenis-jenis candlestick ini lantaran polanya terbentuk dari dua candle dengan body (badan) pada bar kedua selalu berukuran lebih kecil dan berada di kandungan atau ada dalam jangkauan body candle pertama.

Bar yang lebih kecil akan mengindikasikan pergerakan harga sudah mencapai titik nadir dan kemungkinan besar memang tidak mampu lagi meneruskan tren terkini. Kian kecil bar kedua, kian kuat pula prediksi bahwa reversal bakal terjadi.

Catatan:

  • Sinyal: Reversal, bisa Bullish maupun Bearish.
  • Akurasi: Moderat-Tinggi.

Tweezer

Di samping pola engulfing, juga terdapat pola Tweezer, baik Bottoms maupun Tops. Dalam hal ini, sebuah pola candle disebut dengan Tweezer Top menunjukkan bearish reversal krtika terjadi uptrend, sementara candlestick Tweezer Bottom merupakan pola bullish reversal saat downtrend.

Catatan:

  • Sinyal: Reversal, bisa Bullish (Tweezer Bottoms) maupun Bearish (Tweezer Tops).
  • Akurasi: Moderat.

Dark Cloud Cover & Piercing Line

Sebagai informasi, kedua jenis-jenis candlestick ini adalah pola double candlestick yang lumayan terkenal.

Dark cloud cover adalah pola bearish, sedangkan piercing line merupakan pola bullish. Keduanya bisa membantu kamu untuk menentukan posisi entry dengan mudah.

  1. Candlestick Triple

Jenis-jenis candlestick berikutnya adalah candlestick triple, yang banyak digunakan oleh para trader sebab akurasinya lebih tinggi.

Di pola berikut ini, akan hadir pihak ketiga, yang akan membantu  kamu sebagai trader untuk membaca kondisi pasar dengan lebih tepat.

Dengan kompleksitasnya, candlestick ini memang jarang sekali muncul. Namun, dengan itu juga akurasinya lebih tinggi. Berikut ini jenis-jenis candlestick triple.

Morning Star & Evening Star

Ciri khas utama dari kedua pola ini terletak pada kemunculan Doji (candlestick dengan body yang sangat tipis layaknya garis) di antara dua candlestick dengan body panjang.

Pada Morning Star, susunan yang muncul, yaitu bearish candle-doji-bullish candle, dan terjadi pada posisi grafik downtrend. Pola ini mengindikasikan waktunya menjalankan aksi beli (reversal bullish).

Namun, sebaliknya, pola Evening Star terjadi di posisi grafik uptrend dan memberikan sinyal tentang waktu untuk melakukan aksi jual (reversal bearish), dengan formasinya bullish candle-doji-bearish candle.

Catatan:

  • Sinyal: Reversal, bisa Bullish (pada Morning Star) maupun Bearish (di Evening Star).
  • Akurasi: Tinggi.

Three White Soldier & Three Black Crows

Pola berikutnya ini berbeda dengan pola-pola candlestick sebelumnya karena digunakan untuk mengonfirmasi kekuatan arah trend terkini, bukan untuk menunjukkan sinyal reversal.

Adapun Three White Soldiers terbentuk dari tiga candle bullish panjang yang mengikuti downtrend. Tiga prajurit putih (hijau) tersebut dipakai untuk memastikan keadaan bullish, terlebih lagi kalau ia hadir setelah downtrend yang berkepanjangan dan periode singkat konsolidasi harga.

Sementara itu, pola Three Black Crows merupakan kebalikan dari Three White Soldiers, yang terbentuk saat tiga candle bearish mengikuti uptrend yang kuat dan mengindikasikan bahwa bakal segera terjadi reversal.

Catatan:

  • Sinyal: Konfirmasi Bullish (Three White Soldier) atau Bearish (Three Black Crows).
  • Akurasi: Tinggi.

Pola Candlestick Paling Berpotensi Membawa Keuntungan

Dari jenis-jenis candlestick yang sudah dijelaskan tadi, ada beberapa pola candlestick yang dinilai akan berpotensi besar untuk membawa keuntungan. Berikut ini ulasannya.

Marubozu

Pola Marubozu terjadi ketika terdapat body penuh tanpa shadow. Model yang satu ini aan mengindikasikan pasar yang sangat yakin (confident). 

Trend yang terjadi pun biasanya akan berlanjut. Marubozu terdiri dari dua jenis, yakni Marubozu White (bullish) dan Marubozu Black (bearish).

Doji

Pola berikutnya ini merupakan pola reversal yang paling sering dan paling mudah ditemui. Tipe candlestick ini memperlihatkan harga pembukaan sama atau hampir sama dengan harga penutupan sehingga hanya tampak garis tipis di tengah shadow.

Lazimnya, Doji menunjukkan adanya pergantian tren, baik bullish atau bearish, sehingga kamu perlu waspada kalau menemukan adanya Doji.

Dengan kehadiran candle ini, akan ada kemungkinan terkait pembalikan arah. Kian panjang ekor doji, kemungkinan pembalikan arah pun kian kuat.

Hammer

Dengan bentuk serupa palu, pola Hammer ini biasanya adalah indikasi reversal. Kebalikan dari pola ini, yaitu Inverted Hammer.

Engulfing

Ini adalah pola candlestick dengan indikasi reversal yang lumayan kuat. Cirinya tampak dari candle pendek yang diikuti oleh candle yang lebih panjang sehingga tingginya menutupi candle sebelumnya.

Nah, demikianlah informasi terkait jenis-jenis candlestick yang perlu kamu ketahui dan pahami. Simak juga ya ulasan terkini lainnya seputar dunia aset digital hanya di Indodax Academy.

Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Indodax Market Signal 19 September 2022
19/09/2022
Indodax Market Signal 19 September 2022

Indodax market signal menghadirkan Compound (COMP) pada peringkat teratas aset kripto terindikasi bullish di minggu ini! Baca selengkapnya disini.

19/09/2022
Cloud Mining Terpercaya hingga Rekomendasi Platform-nya

Saat ini, mining menjadi salah satu cara investasi pilihan banyak orang sehingga rekomendasi cloud mining terpercaya penting untuk diketahui.

Prediksi Shiba Inu Tahun 2022 & Faktor yang Mempengaruhinya

Belum lama ini, Shiba Inu (SHIB) mengalami kenaikan karena rencananya akan digunakan sebagai alat pembayaran. Lantas, bagaimana prediksi Shiba Inu tahun ini?