Mengulik Cup and Handle Pattern & Cara Mengidentifikasinya
icon search
icon search

Top Performers

Mengulik Cup and Handle Pattern & Cara Mengidentifikasinya

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Mengulik Cup and Handle Pattern & Cara Mengidentifikasinya

Stock Image Article Technical Analysis New 1200x675 Image Article Indodax Academy 06

Daftar Isi

Pola cup and handle pattern adalah salah satu istilah di dalam dunia trading yang penting untuk diketahui, termasuk pada trading aset digital kripto.

Hal itu karena pola yang satu ini menjadi sistem atau metode yang banyak digunakan oleh para trader untuk memprediksi arah pergerakan harga kripto.

Nah, dalam ulasan kali ini, kita akan mengulik tentang apa itu pola cup and handle pattern, mulai dari definisinya, cara mengidentifikasi, tips dan strategi yang bisa dilakukan, serta seberapa reliabel pola ini. Simak yuk!

Apa Itu Cup and Handle Pattern

Pada dasarnya, pola cup and handle pattern merupakan pola grafik harga yang mirip dengan cangkir berbentuk huruf U, dengan tren diagonal ke sisi kanan bawah yang hampir serupa dengan bentuk pegangan cangkir.

Kali pertama dikemukakan oleh William J O’Neil di bukunya, berjudul “How to Make Money in Stocks”, pada tahun 1988 silam, pola yang satu ini sering kali dianggap sebagai sinyal bullish yang mengindikasikan adanya tren kenaikan harga.

Adapun lazimnya, pola ini akan ditandai dengan terjadi penurunan harga aset sepanjang beberapa waktu. Selanjutnya, harga aset itu akan berkonsolidasi dan mulai kembali naik sehingga membentuk gambar sebuah cangkir.

Jika sudah naik maka harga aset tersebut akan kembali turun sebentar lalu naik lagi sehingga membentuk gambar gagang. Umumnya, proses pembentukan grafik pada pola cup and handle memerlukan rentang waktu selama 7—64 minggu.

Dengan kenaikan harga yang terakhir itu, bisanya pola ini akan dipahami sebagai sinyal keberlanjutan tren kenaikan harga atau bullish continuation. Meski demikian, kadang kala juga pola ini akan memberikan sinyal bearish continuation, yang terjadi saat bentuk grafik cangkir melengkung ke bawah. Kondisi itu dinamakan “reverser cup and handle pattern”.

Fungsi dari pola ini adalah untuk melihat peluang pembelian aset/open posisi. Trader pun biasanya akan memposisikan stop buy order pada posisi sedikit atas garis tren di bagian pola pegangan cangkir. Tujuannya adalah supaya mereka tidak terlambat dalam membuka posisi dan ketinggalan tren kenaikan harga.

Cara Identifikasi Pola Cup dan Handle

Setidaknya, terdapat 2 metode utama yang bisa dipakai untuk mengidentifikasi pola grafik harga secara algoritmik. Berikut ini ulasannya, seperti disadur dari laman Harvard University:

  1. Menemukan titik maksimum dan minimum dari grafik Open-High-Low-Close (OHLC) lalu menentukan pola yang sesuai dari data itu.
  2. Mencocokkan grafik kondisi pasar dengan template yang telah ada untuk mengenali suatu pola.

Sementara itu, jika ditinjau dari segi bentuknya, ada 4 metode yang digunakan untuk mengidentifikasi pola ini, yaitu sebagai berikut.

  1. Kedalaman cangkir (cup)

Lazimnya, penurunan harga yang terjadi pada pola ini mencapai 50%. Penurunan harganya pun tidak terlampau besar atau signifikan. Pasalnya, sekiranya hal itu terjadi, akan sulit bagi harga tadi untuk kembali naik.

  1. Letak pegangan cangkir (handle)

Untuk gambar handle atau gagang/pegangan cangkir yang terbentuk biasanya akan berada di bagian atas cangkir (cup)/minimal di atas, bukan di tengah/di bawah cangkir itu.

  1. Volume

Seharusnya, volume perdagangan pada pola yang satu ini turun sejalan dengan penurunan harganya lalu akan menguat lagi seiring dengan kenaikan harganya. Di samping itu, volume pada bagian bawah cup pun akan relatif lebih rendah ketimbang volume rata-rata.

  1. Bentuk

Terakhir, untuk bentuk cup atau cangkirnya, juga mesti menyerupai huruf “U”, bukan “V”.

Tips dan Strategi Cup and Handle Pattern

Inilah tips dan strategi trading dengan menggunakan pola ini yang perlu kamu ketahui. 

  1. Tunggu hingga handle terbentuk

Pertama, trader baru buka posisi beli saat pola handle/gagang cangkir telah terbentuk. Pasalnya, terbentuknya gagang cangkir pada puncak cup dapat menjadi sinyal konfirmasi bahwa harga aset itu akan kembali naik. 

Di samping itu, juga jangan lupa untuk tetap memasang garis resistance, baik pada cup maupun pada gambar handle-nya, dengan tujuan agar saat ada sinyal kenaikan harga seperti true breakout terjadi, trader dapat mengambil keputusan beli dengan cepat. 

  1. Memasang stop loss pada titik terendah handle

Fungsi stop loss adalah sebagai jaring pengaman atas kemungkinan terburuk jika harga aset itu tidak akan naik dan justru turun. Nah, dengan memasang stop loss pada titik terendah handle, trader akan mampu meminimalisasi kerugian dengan menjual aset itu di harga yang setimpal dengan harga beli.

Adapun stop loss menjadi salah satu komponen penting yang harus ada di setiap strategi trading untuk meminimalisasi adanya kerugian yang tidak diinginkan. 

  1. Tentukan strategi exit yang tepat

Sering kali, grafik harga tidak menghasilkan gambar grafik cup dengan ketinggian yang sama di antara sisi kiri dengan sisi kanan. Maka dari itu, apabila seorang trader ingin memakai pola ini untuk mengambil keuntungan maka ia mesti mampu menentukan strategi take profit yang benar. 

Di samping itu, jauh sikap greedy (tamak/rakus) dan pakailah analisis teknis untuk dapat memperkirakan ketinggian sis kanan cup akan sama dengan sisi kirinya atau tidak serta cara mengambil keuntungan yang tepat.

Seberapa Reliable Cup dan Handle Pattern?

Kendati pola ini menjadi sinyal yang cukup reliabel untuk digunakan dalam trading, tetapi pada dasarnya masih ada sejumlah beberapa permasalahan yang dihadapi, antara lain sebagai berikut.

  1. Dibutuhkan waktu yang panjang untuk terbentuk

Seperti dijelaskan tadi, pola yang satu ini lazimnya akan terbentuk dari kurva yang sudah berjalan selama 7 sampai 64 minggu (sekitar dua bulan sampai dengan lebih dari satu setengah tahun).

Dalam artian, untuk mengambil keputusan dengan mengacu pada pola ini, baik trader maupun investor, tentunya harus menunggu lama hingga polanya benar-benar terbentuk. Tentunya, waktu tunggu yang panjang atau lama tersebut dapat menjadi faktor trader untuk kehilangan kesempatan dalam mendapatkan keuntungan maksimum. 

  1. Masalah pada bentuk

Masalah berikutnya adalah bahwa baik trader maupun investor tidak pernah bisa mengetahui seberapa jauh penurunan harga sebuah aset hingga harganya menyentuh titik terbawah dan mengalami konsolidasi.

Padahal, dalam hal ini, belum tentu juga grafik cup yang dangkal tidak akan mendatangkan keuntungan atau grafik cup yang dalam senantiasa berarti akan hadir keuntungan.

  1. Tidak jarang grafik cup terbentuk tanpa gagang

Ini menjadi masalah lain dalam bentuk pola grafik yang satu ini. Akibat dari hal tersebut, trader pun ragu mengambil keputusan dan sekalinya mendapatkan keputusan, hal itu sudah terlambat. 

Maka dari itu, ada baiknya untuk memperkirakan terbentuknya pola yang satu ini sambil tetap melakukan analisis teknis yang lain, misalnya moving average, RSI, dan lain-lain.

Demikianlah ulasan tentang pola cup and handle pattern yang perlu kamu pahami. Yuk, simak juga artikel seputar aset kripto, blockchain, dan lainnya hanya di Indodax Academy.

Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Indodax Market Signal 19 September 2022
19/09/2022
Indodax Market Signal 19 September 2022

Indodax market signal menghadirkan Compound (COMP) pada peringkat teratas aset kripto terindikasi bullish di minggu ini! Baca selengkapnya disini.

19/09/2022
Cloud Mining Terpercaya hingga Rekomendasi Platform-nya

Saat ini, mining menjadi salah satu cara investasi pilihan banyak orang sehingga rekomendasi cloud mining terpercaya penting untuk diketahui.

Prediksi Shiba Inu Tahun 2022 & Faktor yang Mempengaruhinya

Belum lama ini, Shiba Inu (SHIB) mengalami kenaikan karena rencananya akan digunakan sebagai alat pembayaran. Lantas, bagaimana prediksi Shiba Inu tahun ini?