Panduan Lengkap Belajar Trading Crypto untuk Pemula
icon search
icon search

Top Performers

Panduan Lengkap Belajar Trading Crypto untuk Pemula

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Panduan Lengkap Belajar Trading Crypto untuk Pemula

Stock Image Article NEWS New 1200x675 Image Article Indodax Academy 06

Daftar Isi

Panduan lengkap belajar trading crypto sangat penting diketahui oleh para pemula atau bahkan bagi mereka yang baru ingin terjun ke dunia aset digital.

Apalagi, dalam beberapa tahun terakhir ini harga crypto terus meningkat pesat seiring dengan kian berkembanganya teknologi digitalisasi saat ini. 

Penting juga diketahui, saat ini trading crypto telah menjadi salah satu instrumen investasi yang menguntungkan. Tak ayal, aset digital ini pun mulai memiliki banyak peminat. Hal itu karena crypto terbukti mampu untuk memberikan keuntungan yang besar.

Akan tetapi, sejalan dengan sangat pesatnya keuntungan yang dapat diperoleh oleh trader atau investor, hal itu pun dibarengi dengan risiko pada trading crypto yang besar. Namun, ha itu tidak membuat minat banyak orang untuk terjun ke dalam instrumen investasi ini menjadi berkurang kok.

Nah, buat kamu para peminat trading crypto yang ingin menjajal keberuntungan sebagai trader, simak dulu yuk panduan berikut ini.

Belajar Trading Crypto: Apa Itu Trading Crypto?

Hampir sama dengan trading saham, trading crypto pun sejatinya punya pengertian yang sama, tetapi perbedaannya terletak pada aset atau objek transaksinya. Pasalnya, dalam trading crypto, asetnya tentu saja berbentuk crypto.

Hingga saat ini, ada beberapa jenis aset crypto yang sangat terkenal dan punya harga tinggi—bahkan mencapai ratusan juta rupiah—, di antaranya bitcoin, ethereum, dan seterusnya.

Di lain sisi, dalam aktivitas trading, setiap trader nantinya akan melakukan kegiatan jual beli (perdagangan) aset crypto yang dimiliki. Namun, penting digarisbawahi bahwa aset crypto sendiri memang memiliki volatilitas dengan tingkat yang sangat tinggi sehingga trader, utamanya pemula, harus memahami risiko yang bisa saja terjadi ke depannya.

Uniknya, berbeda dari pasar saham, pasar kripto ini akan selalu buka selama 7 x 24 jam alias sepanjang waktu. Oleh sebab itu, jika terjun ke dunia trading crypto maka kamu harus rajin-rajin ya untuk memantau fluktuasi atau perubahan harga.

Mengenal Cryptocurrency

Pada dasarnya, cryptocurrency atau aset kripto adalah sebuah aset digital yang memakai public ledger dengan kriptografi yang kuat untuk mengamankan transaksi online yang berlangsung di dalamnya.

Adapun aset crypto ini bekerja dengan memanfaatkan blockchain, yakni sebuah teknologi terdesentralisasi dengan fungsi untuk mengelola dan mencatat transaksi aset crypto.

Yang menarik dari daya tarik teknologi blockchain, yaitu tingkat keamanannya. Situs CoinMarketCap mencatat, sejauh ini ada lebih dari 10.000 jenis aset crypto yang terdaftar dan diperdagangkan secara publik.

Cara Kerja Aset Kripto—Belajar Trading Crypto

Terkait cara kerja aset kripto ini, karena ia didukung oleh blockchain, ledger dari setiap transaksi aset kripto pada setiap node yang menggerakkan blockchain akan disimpan oleh blockchain.

Node sendiri merupakan komputer yang terhubung ke jaringan blockchain untuk proses mining aset kripto, misalnya Bitcoin. Kalau salah satu miner atau penambang mencoba untuk memasukkan transaksi palsu maka transaksi itu akan dibatalkan oleh ledger yang benar.

Sebagai informasi, ledger yang benar ditentukan oleh sebagian besar miners record. Sementara itu, untuk melakukan transaksi atau trading dengan memakai aset kripto, kamu mesti punya satu set public key dan private key.

Kedua key tersebut berupa kata sandi yang dihasilkan oleh wallet aset kripto milikmu. Public key ini terhubung ke wallet address kamu dan bisa mempermudah siapa saja untuk mengirimkan sejumlah aset kripto kepadamu.

Sementara itu, private key akan dipakai untuk menyetujui transaksi yang dikirim dari wallet kamu dan hanya kamu yang punya akses ke private key milikmu itu.

Keuntungan dari Investasi dan Trading Aset Kripto

Adapun keuntungan utama dari trading crypto, yakni terletak pada potensi keuntungannya yang tinggi.

Di samping itu, crypto pun bisa dipelajari dengan mudah dan nantinya juga akan memberikan keuntungan yang cukup signifikan, utamanya kalau kamu telah mengenal dengan dalam strategi trading-nya.

Keuntungan lainnya dari trading kripto terletak pada tingkat keamanannya yang terjamin. Dengan demikian, kamu tidak perlu bantuan pihak ketiga untuk bertransaksi crypto.

Selain itu, seperti sudah disinggung tadi, waktu perdagangan pasar crypto juga tidak terbatas. Hal itu menjadikannya berbeda dengan pasar saham sebab market crypto ini terbuka selama 24 jam dan 7 hari.

Belajar Trading Crypto: Kenapa Aset Kripto Penting?

Lantas, kenapa sih aset kripto ini begitu penting untuk saat ini? Berikut ini alasannya:

  1. Aset kripto menjadi bagian penting dari inovasi teknologi.
  2. Aset kripto masih berada pada masa pertumbuhan (perkembangan ke arah yang lebih maju).
  3. Aset kripto berpotensi mengubah deretan industri lainnya.
  4. Aset kripto menjanjikan masa depan.

Istilah yang Sering Digunakan dalam Trading Crypto

Saat trading crypto, kamu akan menemukan sejumlah istilah yang sering digunakan di dalamnya. Berikut ini ulasannya.

  1. Coin (koin): aset kripto yang dibuat memakai teknik enkripsi sehingga dapat disimpan untuk jangka waktu lama. Koin ini biasanya punya blockchain sendiri. Misal: Bitcoin, Ethereum, dan lain-lain.
  2. Altcoin: istilah ini dipakai untuk menunjukkan seluruh jenis koin selain Bitcoin. Altcoin adalah akronim (singkatan) dari “alternative coin”. Tujuan penciptaannya, yakni sebagai upaya penyempurnaan atas sejumlah kekurangan pada Bitcoin. 
  3. Token: merupakan sebuah akses dari aplikasi terdesentralisasi yang dibangun pada sistem blockchain. Bukan sekadar sebagai alat pembayaran, token dibuat juga untuk fitur-fitur tertentu yang diciptakan oleh proyek kripto terkait. 
  4. Decentralization: decentralization (desentralisasi) merupakan transaksi yang tidak melibatkan pihak ketiga. Jenis transaksi ini biasanya bersifat peer-to-peer.
  5. DeFi: singkatan dari decentralized finance ini berarti perpindahan dari sistem tradisional/sistem keuangan terpusat ke sistem keuangan peer-to-peer yang diaktifkan oleh teknologi terdesentralisasi.
  6. DApps: singkatan dari decentralized applications ini merupakan aplikasi (program digital) yang memakai teknologi blockchain dan bersifat terdesentralisasi.
  7. Gas: biaya yang dikeluarkan jika memakai jaringan Ethereum. Lazimnya, biaya gas (gas fee) ini variatif, sesuai dengan traffic pada proses pengolahan block.
  8. Halving: peristiwa ini terjadi saat imbalan atau reward yang diterima ketika melakukan mining akan dipotong separuhnya. Merujuk pada Halving Day Bitcoin, aktivitas ini akan berlangsung setiap 4 tahun sekali.
  9. Wallet: merupakan dompet atau tempat trader menyimpan seluruh aset crypto yang dimilikinya.
  10. ICO: Initial Coin Offering atau ICO merupakan upaya yang dilakukan untuk memperoleh investasi dalam rangka meningkatkan modal. ICO dilakukan dengan cara meluncurkan koin baru di blockchain.
  11. Mining: proses penambangan atau mencari aset kripto baru untuk bisa disirkulasi ke pasar aset crypto. Mining memerlukan komputer canggih berdaya tinggi guna memecahkan masalah matematika yang kompleks dan rumit.
  12. Staking: cara meraih keuntungan di dunia aset digital yang dilakukan dengan jalan menyimpan aset kripto untuk memperoleh sejumlah bunga.

Kesalahan yang Sering Dilakukan oleh Trader Pemula

Adakalanya trader pemula masih melakukan beberapa kesalahan saat melakukan trading crypto. Kesalahan tersebut banyak dilakukan oleh pemula yang belum menguasai jenis trading ini. Berikut ini beberapa di antaranya.

1. Menyerah ketika Menderita Kerugian

Kesalahan umum dan sering dilakukan ketika melakukan trading crypto oleh para trader pemula, yakni lekas menyerah ketika baru menderita atau tertimpa kerugian. Di kalangan pemula, saat menderita kerugian, tingkat emosi mereka akan sangat terdampak.

2. Gagal Menjaga Keseimbangan

Berikutnya, para trader pemula crypto juga sering gagal untuk keseimbangan portofolio mereka. Kalau kondisi itu terjadi maka mereka pun harus segera melakukan rebalancing portofolionya itu, dengan cara mengembalikan aset supaya dapat sesuai dengan target alokasi aset yang telah direncanakan sebelumnya.

3. Terlampau Banyak Mengambil Risiko

Para trader crypto pemula biasanya juga terlampau banyak mengambil risiko. Di ruang lingkup trading aset kripto, biasanya setiap trader akan memiliki pemikiran untuk memperoleh profit sebanyak mungkin.

Akibatnya, mereka pun akan mengambil risiko yang banyak supaya dapat memperoleh keuntungan yang tinggi. Hal itu tentunya sangat fatal, bahkan dapat mengakibatkan kerugian yang besar.

4. Terlalu Sering Ikut Arus

Adapun kesalahan berikutnya adalah para trader crypto pemula juga terlalu sering ikurt arus, dalam artian terjebak tren yang ada di pasar. Biasanya, trader pro alias yang punya jam terbang tinggi akan menjauh dari aset yang terlampau banyak menarik peminat.

Strategi itu pun dianggap sangat cerdas sebab dengan fokus terlalu lama pada suatu aset, hal itu menjauhkan akan trader dari beragam peluang lainnya.

Cara Berinvestasi Aset Kripto

Berikut ini beberapa cara berinvestasi aset kripto yang bisa kamu lakukan sebagai trader pemula.

  1. Cari Bursa Crypto yang Terpercaya

Pertama, jika ingin berinvestasi aset kripto maka kamu harus mencari bursa crypto terbaik dan yan terpercaya, salah satunya Indodax.

  1. Mulai Mendanai Akun

Kalau kamu sudah membuat akun di bursa crypto terpercaya, selanjutnya kamu bisa mulai mendanai akun yang kamu buat di situ.

  1. Pilih Aset Crypto

Jumlah aset crypto yang bisa kamu pilih ada banyak sekali, bahkan mencapai ribuan. Di sini, kamu bisa memilih aset yang nantinya bisa menjanjikan keuntungan.

  1. Pilih Strategi

Selanjutnya, kamu bisa memilih strategi trading. Hal ini juga menjadi langkah penting dalam belajar trading crypto.

  1. Simpan Aset Crypto dengan Aman

Kamu juga harus menyimpan crypto di tempat aman ya. Dalam hal ini, kamu bisa memilih dompet digital yang berupa perangkat lunak.

  1. Melakukan Transaksi Jual Beli

Nah, kalau kamu sudah punya aset crypto maka selanjutnya kamu juga mesti sering-sering ya mengecek perkembangan harganya. Simak juga yuk artikel terkini lainnya seputar dunia aset digital hanya di Indodax Academy.

Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Indodax Market Signal 19 September 2022
19/09/2022
Indodax Market Signal 19 September 2022

Indodax market signal menghadirkan Compound (COMP) pada peringkat teratas aset kripto terindikasi bullish di minggu ini! Baca selengkapnya disini.

19/09/2022
Cloud Mining Terpercaya hingga Rekomendasi Platform-nya

Saat ini, mining menjadi salah satu cara investasi pilihan banyak orang sehingga rekomendasi cloud mining terpercaya penting untuk diketahui.

Prediksi Shiba Inu Tahun 2022 & Faktor yang Mempengaruhinya

Belum lama ini, Shiba Inu (SHIB) mengalami kenaikan karena rencananya akan digunakan sebagai alat pembayaran. Lantas, bagaimana prediksi Shiba Inu tahun ini?