Rekomendasi ERC20 Wallet untuk Menyimpan Token ERC20
icon search
icon search

Top Performers

Rekomendasi ERC20 Wallet untuk Menyimpan Token ERC20

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Rekomendasi ERC20 Wallet untuk Menyimpan Token ERC20

Stock Image Article NEWS New 1200x675 Image Article Indodax Academy 03

Daftar Isi

Hingga saat ini, sebagian besar coin crypto dibuat di blockchain Ethereum. Hal itu pun membuatnya sesuai dengan token ERC20 sebagai standar.

Sebagaimana diketahui, dalam beberapa tahun belakangan, aset kripto terus meningkat kepopulerannya di dunia, termasuk di Indonesia.

Nah, buat kamu yang ingin mengetahui lebih jauh soal token ERC20 dan rekomendasi ERC20 Wallet terbaik yang bisa dipilih, simak ulasannya berikut ini ya!

ERC20 Wallet: Mengenal Token ERC20

Untuk diketahui, ERC20 adalah token yang mengacu pada Ethereum (ETH). Dalam hal ini, token ERC20 ini menjadi standar teknis untuk membuat dan menggunakan token di jaringan blockchain Ethereum. Angka 20 ini mewakili ID nomor unik yang membedakannya dengan standar lainnya. 

Token ERC20 ini membuat standardisasi fungsionalitas yang menyebabkan seluruh token yang memakai kerangka ini bisa menggunakan semua layanan yang kompatibel dengan ERC-20, misalnya Metamask.

Hal itu pun sangat bermanfaat untuk developer yang hendak membuat aplikasi di blockchain Ethereum sebab standar token ERC20 ini memecahkan masalah kompatibilitas. Terdapat berbagai proyek di blockchain Ethereum yang memakai standar ERC20 untuk membuat aset kripto lainnya, misalnya saja beberapa jenis stablecoin, antara lain, Rupiah Token (IDRT), DAI (DAI), dan Binance Coin (BNB).

Dengan fleksibilitas yang ditawarkannya, ERC20 membuat banyak DApps populer, di antaranya Compound (COMP), AAVE (AAVE), dan Uniswap (UNI) memakai standar token ini untuk transaksi di platform mereka.

Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Token ERC20?

Berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan Token ERC20 yang perlu kamu ketahui.

1. Kelebihan Token ERC20

  • Nyaman

Token ini sangat gampang untuk digunakan karena smart contract Ethereum ditulis dengan bahasa pemrograman Soliditas (Solidity) yang nyaris sama dengan JavaScript. Di samping itu, pengembang pun bisa membuat kode smart contract dengan bahasa pemrograman Vyper, yang mirip dengan Python.

  • Fleksibel untuk kustomisasi

Kelebihan yang satu ini bergantung pada logika bisnis dan interaksi pengguna. Lazimnya, token ERC20 ini dapat disesuaikan untuk mengaktifkan sejumlah fitur, misalnya pengisian ulang otomatis gas, membekukan dan mencairkan token, menambah mint pusat untuk memodifikasi token beredar, dan seterusnya.

  • Peta jalan yang ditentukan untuk developer

Standar ERC20 ini memberikan pengembang sebuah blueprint yang tepat dan memungkinkan mereka untuk membuat token baru dengan cara yang relatif mudah ketimbang harus membangun semuanya dari awal.

  • Standardisasi token

Sebagai informasi, Ethereum pun menyediakan spesifikasi token yang mencakup aturan mengenai interaksi antara token yang berbeda, termasuk aturan pembelian token.

Melalui standar yang universal, setiap pengguna nantinya bisa mentransfer token baru ke wallet dan ditukar sekaligus.

  • Likuiditas

Apabila proyek Ethereum aktif dan berinteraksi satu sama lain maka hal itu akan membawa lebih banyak proyek dan pengguna ke jaringan ini.

  • Diterima secara luas

Di sebagian besar exchange dan wallet, ERC20 dan tokennya bisa dikenali karena protokolnya bersifat universal dan disesuaikan dengan pertukaran luas.

Di samping, fungibilitasnya pun membuat token yang satu ini sangat baik untuk trading platform/apps.

  1. Menghapus token palsu

Di sini, seluruh transaksi akan patuh pada persetujuan dan total pasokan token akan memperlancar proses audit serta memastikan tidak ada duplikat token yang beredar.

Dalam hal ini, ERC-20 pun berpeluang menjadi dan mempertahankan diri sebagai salah satu standar paling populer yang digunakan oleh banyak pengembang di seluruh dunia.

2. Kekurangan Token ERC20

Sekalipun punya keunggulan, token ini pun tidak terlepas dari kekurangan/kelemahan. Berikut ini beberapa di antaranya.

  • Tidak stabil

Blockchain Ethereum belakangan ini memindahkan metode konsensus dari Proof of Work (PoW) ke sistem Proof of Stake (PoS) lewat ETH 2.0. Adapun tujuan ETH 2.0, yakni dalam rangka mengatasi seluruh masalah skalabilitas, tetapi banyak perubahan yang terjadi dan hal itu pun menyita waktu.

Di samping itu, proyek ini pun belum selesai. Ketidakstabilan sistem pun terjadi saat ini. Dalam hal ini, sejumlah token pun agaknya berisiko untuk dihancurkan ketika digunakan sebagai pembayaran untuk smart contract. Atas hal itu, lahirlah ERC-233 untuk menghindari.

  • Biaya gas mahal

Penting diketahui, token ini sangat bergantung pada blockchain Ethereum untuk menyelesaikan setiap transaksi dan juga ada biaya gas. Saat lalu lintas padat di blockchain, biaya gas bakal meningkat.

  • Mentransfer bug

Terdapat 2 jenis akun di Ethereum: salah satunya adalah akun yang dimiliki secara eksternal yang dikendalikan oleh private key, sedangkan yang lainnya adalah akun kontrak yang dipegang oleh kode kontrak.

Adapun token yang dikirim dari satu akun EOA ke akun lainnya memakai fungsi transfer memang tidak menyebabkan masalah. Akan tetapi, mentransfer dana ke akun kontrak akan menghasilkan bug sehingga membuat kerugian mencapai $1 juta.

  • Transaksi lambat

Pada dasarnya, transaksi berhubungan erat dengan blockchain Ethereum. Nah, saat jaringan macet, semua transfer di ERC20 akan melambat.

Walaupun “Sharding” diharapkan untuk mengatasi masalah transaksi lambat, tetapi hal itu belum sepenuhnya diadopsi di blockchain Ethereum lantaran masih tahap awal.

  • Transaksi tidak dapat diubah

Saat pengguna mengirim token ERC20 ke alamat yang keliru, tidak ada cara yang tersedia untuk mengembalikan dana.

Sebagai konsekuensinya, token pun akan tetap selamanya terjebak dalam kontrak. Hal itu pun berlaku bagi token yang dicuri oleh peretas.

  • Titik masuk yang rendah

Menurut kritikus, mudah bagi siapa saja untuk membuat token sendiri tanpa tujuan yang jelas.

Hal itu membuat pengembang dengan mudah akan mengeksploitasi kebijakan untuk mengembangkan Initial Coin Offering (ICO) dan token palsu dengan proyek yang bermanfaat.

Contoh-contoh Crypto yang Menggunakan ERC20

Standar token di blockchain Ethereum banyak digunakan oleh aset crypto dan dalam hal ini, token ERC20 menjadi yang terpopuler. Di bawah ini adalah contoh-contoh crypto yang menggunakan ERC20.

  1. ChainLink (LINK)

Merupakan token ERC-677 yang mewarisi fungsionalitas dari standar token ERC20. Token yang satu ini berjalan pada middleware blockchain sebagai penghubung antara smart contract crypto, umpan data, API, dan pembayaran rekening bank tradisional.

  1. Maker (MKR)

Adalah token utilitas berdasarkan Decentralized Autonomous Organization (DAO) yang menerbitkan stablecoin di blockchain Ethereum, yaitu DAI.

  1. Tether (USDT)

Ini adalah stablecoin yang berjalan pada protokol ERC-20 sehingga alamat deposit adalah alamat ETH. Sementara itu, untuk deposit dan withdrawal akan dilakukan di jaringan ETH.

Rekomendasi ERC20 Wallet

Lantas, apa sih ERC20 wallet yang direkomendasikan bagi pengguna untuk menyimpan token ERC20 ini? Dalam hal ini, pengguna bisa menggunakan Ethereum (ETH) Wallet atau Dompet Ethereum (ETH), yakni Trust Wallet. 

Mengutip laman resminya, dompet Ethereum seluler utama ini berfungsi dengan token ERC20, BEP 2, dan ERC 721 apa saja. Bahkan, Trust Wallet pun mendukung blockchain utama pada ekosistem Ethereum – Ethereum, Ethereum Classic, dan Callisto.

Hingga kini, terdapat lebih dari 20.000 token yang dibangun di atas Ethereum bisa diakses lewat aplikasi Trust Wallet. Di lain sisi, Trust Wallet pun memberi penggunanya alamat dompet terpadu yang bisa dipakai untuk mengelola Ethereum dan seluruh token ERC20.

Artinya, kamu bisa menggunakan alamat yang sama untuk berpartisipasi dalam banyak airdrop dan untuk mengirim serta menerima Ethereum. Trust Wallet ini intuitif dan mudah dimengerti serta dikemas dengan banyak fitur berguna.

Trust Wallet pun mengutamakan keamanan dan anonimitas pengguna. Prinsip utamanya adalah sebagai berikut:

  • Infrastruktur berbasis klien memastikan bahwa kunci disimpan secara lokal di perangkat pengguna.
  • Keamanan tingkat bank melindungi aset digital pengguna dari potensi ancaman.
  • Sistem otentikasi tingkat aplikasi mencegah akses tidak sah lewat perangkat yang tidak terkunci.

Demikianlah ulasan tentang token ER20 dan rekomendasi ERC20 Wallet yang bisa kamu pilih. Yuk, simak artikel lainnya tentang dunia aset digital hanya di Indodax Academy.

Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Indodax Market Signal 19 September 2022
19/09/2022
Indodax Market Signal 19 September 2022

Indodax market signal menghadirkan Compound (COMP) pada peringkat teratas aset kripto terindikasi bullish di minggu ini! Baca selengkapnya disini.

19/09/2022
Cloud Mining Terpercaya hingga Rekomendasi Platform-nya

Saat ini, mining menjadi salah satu cara investasi pilihan banyak orang sehingga rekomendasi cloud mining terpercaya penting untuk diketahui.

Prediksi Shiba Inu Tahun 2022 & Faktor yang Mempengaruhinya

Belum lama ini, Shiba Inu (SHIB) mengalami kenaikan karena rencananya akan digunakan sebagai alat pembayaran. Lantas, bagaimana prediksi Shiba Inu tahun ini?